Validitas Konstruk

Konstruk adalah kerangka dari suatu konsep. Untuk mengukur suatu konsep, maka harus dilakukan identifikasi lebih dahulu kerangka yang membentuk konsep tersebut. Dengan mengetahui kerangka tersebut maka dapat disusun suatu tolok ukur secara operasional konsep tersebut.
Thomas dan Nelson (1990) menjelaskan bahwa banyak karakter manusia yang tidak diamati secara langsung. Sebaiknya, dibentuk hipotesis yang memuat sejumlah pengertian yang berkaitan bagaimana sifat seseorang pada kelompok tingkat tinggi dibanding dengan sifat seseorang pada kelompok yang rendah. Kecemasan, intelegensi, sportmanship, kreatifitas dan sikap adalah sedikit dari hipotetik konstruk. Validitas konstruk adalah tingkatan suatu tes mengukur konstruk secara hipotetis dan biasanya ditetapkan dengan menghubungkan hasil tes dengan beberapa perilaku.
Kirkendal, Gruber dan Johnson (1980) menjelaskan bahwa secara umum ada tiga teknik yang digunakan untuk menentukan validitas konstruk, yaitu analisis faktor, regresi ganda dari tes berangkai, dan menguji perbedaan dengan kelompok lain. Untuk menentukan validitas konstruk digunakan analisis faktor, ditetapkan suatu konstruk atau struktur teoritis tentang fenomena diacu. Biasanya dengan melakukan penjabaran fenomena menjadi berbagai komponen. Beberapa butir tes disiapkan untuk masing-masing komponen dan dilakukan tes terhadap kelompok subyek. Suatu waktu butir-butir tes berangkai diarahkan untuk mengukur kemampuan yang rumit. Berikutnya ditetapkan kriterion yang sesuai, kemudian teknik regresi ganda digunakan untuk menentukan rangkaian konstruk yang cocok untuk mengukur fenomena. Cara berikutnya untuk menentukan validitas konstruk yang juga mengacu pada concurrent validity. Diberikan dua tes yang berbeda terhadap kelompok yang berbeda. Beberapa tes olahraga ditentukan validitas konstruknya melalui pem-bandingan dua kelompok.
Verducci (1980) mengemukakan bahwa suatu kunstruk adalah suatu gagasan teoritis yang menerangkan dan mengatur beberapa aspek keberadaan pengetahuan. Di bidang lain, konstruk meliputi gagasan seperti inteligensi, sikap, kesiapan, dan kecemasan; dalam pendidikan jasmani istilah kesegaran jasmani diklasifikasi sebagai suatu konstruk. Validitas konstruk dapat ditentukan dengan pertimbangan secara luas berdasarkan logika dan stitistika data yang mendukung konstruk.

Dipublikasi di kuliah | Meninggalkan komentar

Validitas Isi

Penggunaan tes atau alat ukur dalam proses belajar mengajar biasanya untuk menaksir pencapaian hasil belajar siswa tentang kemampuan pengetahuan atau ke-terampilan siswa. Yang paling baik, keseluruhan isi topik atau materi bahasan dituangkan ke dalam tes tersebut. Pada umumnya cara menaksir pencapaian hasil belajar siswa adalah mengambil sampel dari keseluruhan isi topik atau materi bahasan. Dengan kata lain, hasil yang diperoleh berdasarkan sampel tersebut harus mencerminkan keseluruhan isi yang dikehendaki, sehingga sampel harus valid. Prosedur tersebut diawali dengan menyusun suatu kerangka atau kisi-kisi topik atau materi bahasan. Berdasarkan kisi-kisi tersebut dikembangkan butir-butir materi tes. Selanjutnya secara acak diambil sampel butir-butir tes dalam jumlah yang sesuai dengan bobot katagori setiap topik dari keseluruhan isi (Kirkendal, Gruber dan Johnson: 1980).
Pada dasarnya validitas isi diperoleh berdasarkan pertimbangan subyektif, secara teliti dan kritis terhadap butir-butir tes yang secara logis dapat mewakili keseluruhan isi tes yang dikehendaki dan diperkirakan sesuai dengan tujuan pengukuran. Maka suatu alat ukur atau tes harus memiliki validitas logis. Selain itu, pertimbangan isi dan tujuan yang akan diukur, suatu tes harus mencerminkan dan sesuai dengan materi pengajaran dan tujuan pengajaran yang dinyatakan dalam pedoman kurikulum atau silabus. Dengan demikian suatu alat ukur atau tes harus memenuhi validitas kurikulum.
Dalam menyusun tes keterampilan olahraga dalam pendidikan jasmani, validitas isi diperoleh melalui analisis keterampilan-keterampilan yang akan di ukur dan dijadikan butir tes. Butir tes tunggal atau tes berangkai keterampilan olahraga dalam pendidikan jasmani biasanya digunakan untuk menentukan keterampilan umum dalam suatu cabang olahraga. Untuk menentukan butir-butir tes keterampilan olahraga yang akan diukur harus dilakukan secara cermat, teliti, dan kritis dengan berdasar pada pertimbangan-pertimbangan yang logis. Selain itu, tes keterampilan olahraga tersebut harus sesuai dengan materi dan tujuan pendidikan yang dinyatakan dalam pedoman kurikulum pendidikan jasmani.

Dipublikasi di kuliah | Meninggalkan komentar

VALIDITAS

Validitas atau kesahihan alat ukur berhubungan dengan ketepatan mengukur sesuatu yang seharusnya diukur. Selain itu, validitas menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu alat ukur atau instrumen. Suatu alat ukur yang valid atau sahih berarti alat ukur tersebut tepat untuk mengukur sesuatu yang seharusnya diukur. (Kirkendal, Gruber dan Johnson: 1980). Suatu instrumen pengumpul data yang valid berarti instrumen tersebut dapat mengungkap informasi suatu variabel yang sedang dikumpulkan. Tujuan penggunaan suatu alat ukur merupakan faktor yang menentukan validitas alat ukur. Tes yang sudah baku (terstandar) digunakan untuk mengukur hasil belajar keterampilan olahraga siswa di sekolah mungkin tidak valid untuk mengukur keterampilan atlit yang akan mengikuti kejuaraan atau perlombaan. Perbedaan tujuan penggunaan tes tentu memerlukan validitas yang berbeda pula.

Dipublikasi di kuliah | Meninggalkan komentar

Menurut Pudjiono (1989), ada beberapa syarat tentang alat evaluasi yang baik

Menurut Pudjiono (1989), ada beberapa syarat tentang alat evaluasi yang baik :
1) Harus dapat menunjukkan dengan jelas apa yang akan dievaluasi,
2) Hasil evaluasi harus representatif dalam menggambarkan keadaan mahasiswa,
3) Menggunakan alat ukur atau tes yang memenuhi syarat validitas (kesahihan), reliabilitas (keterandalan) dan obyektifitas,
4) Hasil pengukuran karakteristik yang akan dievaluasi diolah secermat-cermatnya,
5) Berdasarkan pada suatu kriteria atau norma tertentu

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Secara umum kemampuan menyusun tes meliputi :

Secara umum kemampuan menyusun tes meliputi :
1) Penyusun tes harus memiliki kemampuan dalam hal penguasaan materi pengajaran. Terutama materi pengajaran yang dituangkan dalam item tes. Hal ini berkaitan dengan tuntutan validitas kurikuler,
2) Penyusun tes harus menguasai teknik penyusunan tes, baik tes tertulis maupun tes keterampilan; dengan tujuan agar tes yang disusun mampu mengungkap informasi yang mendekati kenyataan,
3) Penyusun tes harus memiliki kemampuan merumuskan kalimat pertanyaan dalam item tes dengan baik dan benar. Evaluasi yang dilakukan harus berorientasi pada tujuan instruksional (instrucsional effect) yang telah ditetapkan dan juga tujuan pengiring (nurturent effect) lainnya. (Rakajoni: 1981). Salah satu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan psikomotor adalah tes keterampilan olahraga. Secara umum, kriteria alat ukur atau tes yang baik antara lain harus mempunyai tingkat validitas dan reliabilitas yang meyakinkan. Validitas diartikan sebagai tingkat ketepatan mengukur sesuatu yang seharusnya diukur. Reliabilitas diartikan tingkat keterandalan alat ukur atau tes. Bukti tentang tingkat validitas dan reliabilitas suatu alat ukur atau tes sangat penting dalam proses penilaian hasil belajar siswa. Selain itu, obyektifitas dari alat ukur yang akan digunakan untuk melakukan pengukuran adalah kriteria yang harus menjadi perhatian berikutnya (Budiwanto: 2001).

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

HASIL TES KETRAMPILAN DASAR OLAHRAGA BULUTANGKIS

HASIL TES KETRAMPILAN DASAR
OLAHRAGA BULUTANGKIS

Jenis Tes : Smash Satuan Pengukuran : Ketepatan pukulan
Tempat Tes : Gedung bulutangkis PB Rajawali Hari/Tanggal : Selasa/11 mei 2010
No Nama Skor Hasil Tes Hasil Terbaik
I II
1 Putra Sanjaya 3 5 5
2 Bintang Zulkarnaen 5 4 5
3 Imel Ningrum 4 5 5
4 Anik al Jannah 5 4 5
5 M Umar 2 5 5
6 Galang Baskoro 1 1 1
7 Galuh Baskoro 5 5 5
8 M Fahmi B A 2 4 4
9 Zidanio Risky Z 4 2 4
10 Memey Aditya 5 1 5
11 Tegar Santosa 2 3 3
12 Arie Wijayanto 4 5 5
13 Ilham Alam S 1 2 2
14 Nur Fahriza 4 4 4
15 Ibrahim 5 2 5
ε 52 52 63
ε 2 2704 2704 3969

No X.Y X2 Y2 Reliabilitas
1 15 9 25 rxy = n . εxy – (εx) . (εy)
2 20 25 16 √{ n . εx2 – (εx)2 } { n . εy2 – (εy)2 }

3 20 16 25 = 15 . 379 – (96 . 57)
4 20 25 16 √{ 15 . 640 – 9216 } { 15 . 243 – 3249 }

5 10 4 25 = 213 0.2531
6 1 1 1 √152064

7 25 25 25 = 213
8 8 4 16 389,953
9 8 16 4 = 0,546
10 5 25 1
11 6 4 9
12 20 16 25
13 2 1 4
14 16 16 16
15 10 25 4
ε 186 212 212

Dipublikasi di portofolio | Meninggalkan komentar

HASIL TES KETRAMPILAN DASAR OLAHRAGA BULUTANGKIS

HASIL TES KETRAMPILAN DASAR
OLAHRAGA BULUTANGKIS

Jenis Tes : Droop Shoot Satuan Pengukuran : Ketepatan pukulan
Tempat Tes : Gedung bulutangkis PB Rajawali Hari/Tanggal : Selasa/11 mei 2010
No Nama Skor Hasil Tes Hasil Terbaik
I II
1 Putra Sanjaya 3 5 5
2 Bintang Zulkarnaen 2 4 4
3 Imel Ningrum 5 5 5
4 Anik al Jannah 3 5 5
5 M Umar 2 2 2
6 Galang Baskoro 4 4 4
7 Galuh Baskoro 5 2 5
8 M Fahmi B A 3 1 3
9 Zidanio Risky Z 2 4 3
10 Memey Aditya 4 3 4
11 Tegar Santosa 5 3 5
12 Arie Wijayanto 3 4 4
13 Ilham Alam S 1 2 2
14 Nur Fahriza 5 1 5
15 Ibrahim 3 3 3
ε 50 48 59
ε 2 2500 2304 3481

No X.Y X2 Y2 Reliabilitas
1 15 9 25 rxy = n . εxy – (εx) . (εy)
2 8 4 16 √{ n . εx2 – (εx)2 } { n . εy2 – (εy)2 }

3 25 25 25 = 15 . 531 – (104 . 74)
4 15 9 25 √{ 15 . 742 – 10816 } { 15 . 408 – 5476 }

5 4 4 4 = 269 0.2531
6 16 16 16 √202216

7 10 25 4 = 269
8 3 9 1 449,684
9 8 4 16 = 0,598
10 12 16 9
11 15 25 9
12 12 9 16
13 2 1 4
14 5 25 1
15 9 9 9
ε 159 190 180

Dipublikasi di portofolio | Meninggalkan komentar