Definisi dan Pearanannya dalam Komunikasi

Shulman (1986) menyimpulkan bahwa “kemampuan untuk berkomunikasi merupakan penentu utama keanggotaan masyarakat” (hal 4). Kemampuan komunikasi ini merupakan pertumbuhan dari:
• pelatihan dan enkulturasi
• nilai dan tujuan konseptual, dan
• pengalaman
Kesemua ini merupakan syarat keanggotaan dalam masyarakat profesional. Pelatihan formal meningkatkan keterlibatan dalam profesi dan komunikasi dengan pihak lain karena memberikan dasar dalam literatur tentang prinsip dan praktek bidang studi teknologi pembelajaran. Pelatihan formal juga menjelaskan dasar pengetahuan bidang studi dan meningkatkan kemampuan praktek dalam pekerjaan. Selanjutnya, pelatihan juga memberikan pengertian tentang sejarah, seperangkat definisi, dan masalah yang diperdebatkan dan kontrovesi bidang studi. Pelatihan formal juga cenderung memantapkan konsensus mengenai masalah dan paradigma disiplin ilmu. Ringkasnya, pendidikan dan pelatihan formal meningkatkan pemahaman tentang definisi bidang studi teknologi pembelajaran.
Banyak pionir dalam teknologi pembelajaran menerima pelatihan formal mereka di bidang studi lain, seperti psikologi, teknik atau komunikasi. “Hubungan kekeluargaan” itu Hiperkaya oleh kultur akademik dalam mengembangkan konsep bahwa teknologi pembelajaran merupakan turunan wilayah bidang studi lain, tetapi sejarah ini juga merupakan topik perdebatan.
Dewasa ini para praktisi cenderung memperoleh pengetahuan dari program pasca sarjana universitas dalam teknologi pembelajaran. Hal ini juga berlaku untuk para pemimpin akademik dan pemimpin praktisi. Oleh karena itu jalan menuju pengetahuan sudah umum, maka akan terdapat pemahaman mengenai dasar pengetahuan dan batas-batas bidang studi. Kesamaan latar belakang memberikan kontribusi pada perkembangan kultur yang umum dan juga komunikasi efektif di dalam masyarakat akademik dan praktisi teknologi pembelajaran.
Tetapi pengalaman latar belakang juga meningkatkan sense of community dalam bidang teknologi pembelajaran. Banyak lingkungan untuk mengaplikasikan prinsip teknologi pembelajaran. Setiap tipe lingkungan memiliki kultur sendiri dan kultur yang beragam dapat menjadi kendala komunikasi di antara teknolog pembelajaran. Kesulitan komunikasi dalam profesi tidak perlu dijadikan sebagai kekurangan dalam mendefinisikan teknologi pembelajaran, tetapi merupakan pengaruh keberagaman kultur di antara para praktisi teknologi pembelajaran.

Tentang mohammadzainuri

sport,,,sport...sport...
Pos ini dipublikasikan di portofolio. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s