Evolusi Definisi Teknologi Pembelajaran

Definisi tahun 1994 dan 1977 sama-sama menekankan bahwa, teknologi pembelajaran merupakan proses rancangan dan proses pengembangan yang komprehensif yang digunakan untuk memecahkan masalah pernbelajaran dan belajar. Dalam kedua definisi itu teknologi pembelajaran dipandang sebagai bidang studi yang berorientasi sistematis. Namun masih terdapat pernyataan pula bahwa teknologi pembelajaran dipandang sebagai “hal-hal belajar” sebagaimana dikemukakan oleh Armsey dan Dahl (1973), meskipun hal ini tidak lagi menjadi pembicaraan dalam literatur teknologi pembelajaran. Definisi itu konsisten dengan teori dan praktek, meskipun konsep teknologi pembelajaran sebagai profesi yang berorientasi pada perangkat keras masih umum dibicarakan di masyarakat umum dan lingkungan non sekolah.
Isu yang lebih penting ialah tentang pemerolehan kesepakatan di antara para akademisi dan praktisi mengenai persoalan yang berkaitan dengan ruang lingkup teknologi pembelajaran dan membedakannya dengan bidang studi lain. Tugas ini penting untuk sebuah definisi, sebab bidang-bidang itu dibatasi oleh hakikat dan persoalan yang diacunya. Dalam sebuah disiplin yang matang, terdapat kesepakatan mengenai apakah masalah. Masalah baru yang muncul dalam masyarakat yang berubah, juga layak menjadi perhatian dan prakteknya. Keputusan seperti itu tidaklah sulit jika batas-batas konseptual itu jelas. Tidak sulit juga definisi bidang studi untuk bisa diterima dan dipahami secara luas. Batas-batas konseptual teknologi pembelajaran dapat diterapkan dengan menggunakan struktur yang disarankan oleh kelima ranah bidang studi teknologi pembelajaran, sebab kelimanya merefleksikan wilayah kajian praktek dan spesialisasi utama. Validitas definisi dan keunikan bidang studi selanjutnya tergantung pada kejelasan dan kekomprehensifan ranah-ranahnya.
Pertumbuhan definisi teknologi pembelajaran juga paralel dengan perubahan pandangan mengenai ranah bidang studi. Misalnya, ranah pengembangan pembelajaran yang disajikan dalam definisi tahun 1977, telah tumbuh menjadi tiga ranah terpisah, yakni rancangan, pengembangan dan evaluasi dalam definisi tahun 1994. Evolusi ini merupakan buah dari meningkatnya kegiatan dan status penting teknologi pembelajaran dalam teori dan praktek.
Perubahan definisi ini lebih bersifat evolusi daripada revolusi. Perubahan secara perlahan merefleksikan elemen stabilitas dan pemahaman umum di antara para teknolog pembelajaran. Secara fundamental, stabilitas ini merefleksikan komitmen bidang studi terhadap penggunaan model rancangan sistem pembelajaran sebagai orientasi utama untuk menciptakan dan mengelola lingkungan belajar. Di samping itu, pentingnya media dan visualisasi proses pernbelajaran sudah disadari. Hal ini juga relevan dengan deskripsi Kuhn mengenai sebuah paradigma sebagai “korTlitmen implisit, tersirat dalam masyarakat cerdik pandai terhadap sebuah kerangka konseptual” (Shulman, 1986:4). Selanjutnya Kuhn (1962) menyatakan bahwa penggunaan paradigma dengan ranah dalam sebuah bidang studi merupakan karakteristik sebuah kematangan disiplin ilmu. Terlepas dari konsensus mengenai dasar-dasar itu, terdapat pertumbuhan sejumlah perspektif dan pendekatan umum. Apakah penjelasan dan perspektif proses mengajar¬belajar alternatif itu memperkaya atau memicu bidang studi? Apakah kerangka definisi dan ranahnya mencakup kedudukan teoritis alternatif?
Sementara sebuah definisi disiplin ilmu merefleksikan pertumbuhan bidang studi itu, bisa juga dikatakan definisi yang prematur dapat mempersempit bidang studi secara intelektual, sehingga menghambat pertumbuhan. Misalnya, definisi dan ranah teknologi pembelajaran sebagaimana disajikan di sini merefleksikan elemen-elemen sebuah pendekatan sistem pada pendidikan. Sebagian orang bisa berpendapat bahwa posisi ini berakibat membatasi bidang studi dan menekan pemecahan masalah secara kreatif yang selanjutnya dapat menghambat pembentukan perspektif alternatif baru. Oleh karena itu definisi yang dikehendaki adalah definisi yang menjelaskan batas-batas bidang studi tetapi tidak menghambat pemikiran anggotanya. Diharapkan definisi 1994 juga berfungsi demikian.

Tentang mohammadzainuri

sport,,,sport...sport...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s