Handicapped Training

Dalam pertandingan lari, kadang-kadang pelari yang sudah ketinggalan lari kurang memperlihatkan usaha untuk menyusul pelari di depannya oleh karena merasa sudah tidak mungkin lagi untuk menyusulnya. Sebaliknya, kalau sudah ada di depan, atlit serasa bahwa ia tidak bakal dapat disusul pelarian lain lagi.
Untuk menghindari kemungkinan demikian, dalam latihan pelatih dapat menciptakan metode latihan sebagai berikut: pada waktu start, para pelari tidak ditempatkan pada satu garis start akan tetapi pada jarak-jarak yang berbeda, misalnya dengan jarak 1 meter antara setiap pelari. Untuk memberikan dorongan kepada para pelari, pelatih mengatakan “coba kita lihat, siapa yang bisa menyusul siapa ………..
Dengan metode ini dapat pula diterapkan dalam situasi-situasi tim. Misalnya, beberapa menit sebelum “pertandingan” basket usai, salah satu tim diberi tahu tim tersebut (seakan-akan) ketinggalan 6 angka dari tim lawannya, dan bahwa waktu tinggal 3 menit lagi, tim tersebut didorong (encouraged) untuk mengejar ketinggalannya, sedang tim yang sedang memimpin didorong agar jangan tersusul dan berusaha untuk mempertahankan kedudukannya.
Model-model latihan seperti yang telah diterangkan di atas haruslah diterapkan secara hati-hati, terutama di atas haruslah diterapkan secara hati-hati, terutama terhadap atlit-atlit yang kurang berpengalaman, oleh karena kadang-kadang akibatnya justru bisa negatif (devastating). Selain itu, model training juga jangan dilakukan terlalu sering karena mungkin akan dapat memberikan stress yang berlebihan kepada atlit-atlit, sekalipun mereka adalah atlit-atlit yang telah berpengalaman.
Jadi, nampaknya memang bahwa latihan-latihan jangan hanya menekankan pada kemahiran dan kesempurnaan ketrampilan, akan tetapi juga harus diselingi dengan model-model latihan seperti diuraikan di atas.

Tentang mohammadzainuri

sport,,,sport...sport...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s