Isolation Training

Isolation Training, seringkali atlit-atlit terutama atlit-atlit olahraga perorangan, harus bertanding tanpa dihadiri atau didampingi oleh pelatihnya secara langsung. Oleh karena itu bagi atlit-atlit tersebut penting sekali pelatih menciptakan apa yang disebut “isolation training” atau yang sering disebut juga “independence training”.
Isolation training adalah latihan dimana atlit-atlit untuk beberapa waktu (bisa beberapa hari atau sampai seminggu) harus berlatih sendiri tanpa dihadiri secara langsung oleh pelatihnya. Maksud latihan demikian adalah untuk mempersiapkan atlit untuk berdikari, oleh karena situasi demikian akan dijumpai atlit kelak pada waktu pertandingan.
Akan tetapi sebelum melakukan isolation training tersebut, pelatih harus menjelaskan terlebih dahulu kepada para atlitnya apa maksud latihan demikian. Secara psikologis tidaklah benar untuk secara tiba-tiba, tanpa penjelasan terlebih dahulu kepada atlit-atlitnya, melepaskan mereka untuk berlatih sendiri, terutama apabila para atlit tersebut adalah atlit-atlit yang masih muda dan yang masih membutuhkan bantuan pelatih.
Dalam isolation training, kecuali harus berlatih sendiri, atlit juga bisa disuruh untuk menyiapkan sendiri jadwal latihannya, misalnya untuk latihan seminggu. Kecuali itu, untuk melatih keberdikarian atlit, pelatih dapat juga mengatakan kepada atlit bahwa pelatih tidak akan berbicara dengan atlit untuk beberapa hari latihan, atau pada try-out atau pertandingan.
Jadi, dengan latihan-latihan isolasi, diharapkan dalam pertandingan-pertandingan yang akan datang, atlit akan kurang mengalami gangguan-gangguan psikis, meskipun tidak ditunggui atau diawasi secara langsung oleh pelatihnya.
Meskipun kesahihan metode ini tidak didukung oleh bukti yang signifik dari penelitian-penelitian dan eksperimen-eksperimen, banyak pelatih mengatakan bahwa metode ini banyak menolong atlit dalam persiapan-persiapannya menghadapi pertandingan-pertandingan.
Dalam interval training biasanya atlit disuruh lari-istirahat-lari-istirahat dan seterusnya dengan jarak dan tempo (pace) lari yang sama yang sudah ditentukan sebelumnya oleh pelatih. Di dalam pertandingan, sering kali menjadi bahwa lawan mengganggu dalam lari dengan kecepatan yang tidak konstan (irregular) dan yang tidak dapat diduga sebelumnya (unpredictable pace). Tipuan lawan ini biasanya akan mengacaukan pelari-pelari lainnya.
Oleh karena itu, dalam interval training sebaiknya atlit juga mengalami latihan lari yang menyerupai tuntutan-tuntutan yang tidak dapat diramalkan demikian. Jadi jangan selalu lari dengan kecepatan yang sama dan konstan, akan tetapi dengan kecepatan atau pace yang berubah-ubah. Kita ingat Vladimir Kuta yang dengan taktik demikian menghancurkan harapan Inggris Gordon Piris pada Olimpic games Melbourne tahun 1956.
Banyak atlit yang kurang menyadari betul bagaimana rasanya mengeluarkan energi/tenaga baik fisik maupun mental secara maksimal (all out). Dalam latihan biasanya mereka lari, berenang, bermain sesuai dengan batas kemampuan mereka atau malah sering pula di bawah kemampuannya.
Karena itu sewaktu-waktu dalam latihan atlit harus berlatih all out. Misalnya, atlit disuruh lari 800 meter secepat-cepatnya, dan pada waktu dia hampir mencapai finish, dia disuruh menambah 30 meter atau 50 meter. Dengan metode ini atlit akan merasakan bagaimana kerja dengan overload dan bagaimana bekerja sampai melewati titik sakit (go beyon pain). Dengan demikian hal ini akan membantu atlit untuk beradaptasi dengan rasa sakit dan stress emosional. Dengan sendirinya latihan demikian jangan dilakukan terlalu sering. Satu atau dua kali dalam seminggu sudah cukup.

Tentang mohammadzainuri

sport,,,sport...sport...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s