Secara umum kemampuan menyusun tes meliputi :

Secara umum kemampuan menyusun tes meliputi :
1) Penyusun tes harus memiliki kemampuan dalam hal penguasaan materi pengajaran. Terutama materi pengajaran yang dituangkan dalam item tes. Hal ini berkaitan dengan tuntutan validitas kurikuler,
2) Penyusun tes harus menguasai teknik penyusunan tes, baik tes tertulis maupun tes keterampilan; dengan tujuan agar tes yang disusun mampu mengungkap informasi yang mendekati kenyataan,
3) Penyusun tes harus memiliki kemampuan merumuskan kalimat pertanyaan dalam item tes dengan baik dan benar. Evaluasi yang dilakukan harus berorientasi pada tujuan instruksional (instrucsional effect) yang telah ditetapkan dan juga tujuan pengiring (nurturent effect) lainnya. (Rakajoni: 1981). Salah satu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan psikomotor adalah tes keterampilan olahraga. Secara umum, kriteria alat ukur atau tes yang baik antara lain harus mempunyai tingkat validitas dan reliabilitas yang meyakinkan. Validitas diartikan sebagai tingkat ketepatan mengukur sesuatu yang seharusnya diukur. Reliabilitas diartikan tingkat keterandalan alat ukur atau tes. Bukti tentang tingkat validitas dan reliabilitas suatu alat ukur atau tes sangat penting dalam proses penilaian hasil belajar siswa. Selain itu, obyektifitas dari alat ukur yang akan digunakan untuk melakukan pengukuran adalah kriteria yang harus menjadi perhatian berikutnya (Budiwanto: 2001).

Tentang mohammadzainuri

sport,,,sport...sport...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s