Teknik Autogenic Relaxation

Teknik Autogenic Relaxation ini, ada yang dinamakannya “Paychotonic Training”, mula-mula diformulasikan oleh J.H. Schultz. Prosedur latihannya ditulis dalam bukunya berjudul Das Autogenne Training, yang berarti self-training atau latihan mandiri. Oleh karena itu, autogenic training lebih menekankan pada self-suggestion atau pemberian sugesti kepada diri sendiri (Gauron:1984).
Pada permulaan, latihan memang perlu dibantu dengan instruksi-instruksi dari pelatih. Akan tetapi setelah beberapa kali latihan, atlit harus bisa mensugesti dirinya sendiri dalam latihan rileksasi ini. Prosedur autogenic menekankan pada enam pusat perhatian:
a. Lengan kanan (kiri) saya terasa berat, tungkai kanan (kiri) saya terasa berat.
b. Lengan kanan (kiri) saya terasa hangat, tungkai kanan (kiri) saya terasa hangat.
c. Denyut jantung saya tenang dan teratur.
d. Badan saya bernafas sendiri.
e. Solar plexus (perut) saya terasa hangat.
f. Dahi saya terasa sejuk
Secara sederhana, prosedur latihan autogenic dapat digambarkan sebagai berkut (istirahat 10 detik setelah setiap kalimat):
Latihan ini dilakukan sambil berbaring dengan punggung di lantai, tungkai lurus, lengan lurus di samping badan.
– Bernafas tenang dan dalam, konsentrasi pada pernafasan dan anggota-anggota tubuh sehingga keseluruhan tubuh jiwa serileks mungkin.
– Tutup mata
– Ambil nafas dalam-dalam tiga kali, dan katakan dalam hati pada diri sendiri “sekarang saya akan perintahkan tubuh dan jiwa saya untuk rileks
– Lengan dan tangan kanan saya terasa berat
– Lengan dan tangan kanan saya terasa berat, hangat, dan enak (comfortable)
– Lengan dan tangan kiri saya terasa berat
– Lengan dan tangan kiri saya terasa berat, hangat rileks dan enak (comfortable)
– Sekarang perasaan rileks mengalir ke tubuh saya bagian bawah sampai ke tungkai
– Tungkai saya kanan terasa berat, hangat, rileks
– Tungkai kiri saya terasa berat, hangat, rileks
– Rasa rileks ini sekarang menjalar ke daerah perut dan solar plexus saya
– Perut saya dan seluruh isi perut terasa berat, hangat, dan rileks
– Seluruh tubuh saya terasa berat-hangat dan menyenangkan
– Sekarang saya betul-betul merasa enak, rileks dan saya tidak usah mengatur pernafasan saya sendiri karena tubuh saya sudah bisa bernafas sendiri, bebas dan enak.
– Tubuh saya bernafas sendiri
– Tubuh saya terasa berat, hangat, rileks dan bernafas sendiri
– Sekarang dalam keadaan rileks dan bernafas otomatis denyut jantung saya tenang dan teratur
– Seluruh tubuh dan jiwa saya terasa hangat, rileks, dan menyenangkan
– Seluruh tumbuh saya terasa mengembang
– Seluruh tubuh saya terasa rileks, mengembang enak, seakan-akan terampung
– Saya terasa melayang-layang di awan
– Ah … saya begitu rileks, ringan, dihembus oleh angin sepoi-sepoi basah
– Dahi saya menjadi sejuk
– Saya merasa bebas, bebas dari pikiran macam-macam
– Pernafasan saya tenang dan dalam
– Pernafasan saya tenang dan dalam (istirahat)
Akhirnya saya buta mata, ambil nafas dalam-dalam lalu menggeliat sebebas bebasnya, merasa penuh dengan energi yang menyenangkan.
Pada waktu latihan, pelatih bisa mencheck apakah seluruh anggoa badan atlit benar-benar rileks, yaitu dengan cara mengangkat salah satu anggota badan (misalnya kaki) dan menjatuhkannya ke lantai.
Menurut Vanek dan Cratty (1970), tidak semua atlit bisa melatih teknik rileksasi ini dengan hasil yang positif. Katanya, atlit harus cukup inteligen (J.Q sekitar 100), harus melakukan latihan dengan sukarela dan tekun, dan harus mempunyai kemampuan untuk berkonsentrasi dengan baik.
Agar efektif, sebaiknya …….. dan situasi yang memang akan latihan tersebut berlangsung dengan baik antara lain:
1. Dilaksanakan di dalam ruangan yang tenang, bebas dari hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi seperti suara bising, dinding yang berwarna mencolok, ruangan terlalu panas atau terlalu dingin, banyak lalat dan sebagainya.
2. Penerangan di dalam ruangan tidak terlalu terang.
3. Lantai ruangan sebaiknya yang dilapisi dengan karpet empuk, agar pelaku dapat berbaring dengan enak.

Tentang mohammadzainuri

sport,,,sport...sport...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s